Selasa, 09 April 2013

The (Not-So) Drunken Master

Sayang,

Kenapa tadi telepon aku? Maaf aku lupa bawa handphone. Tadi aku ke Haebaragi karena ada Yoo-Hyun Hyung datang ke Surabaya dan dia ajak aku makan malam. Minggu dia tanding di Sidoarjo, terus mau ketemu aku tapi kemarin aku tidak bisa. Tadi habis makan malam dia langsung ke bandara, terbang ke Palembang.

Kali ini aku mau cerita tentang minuman alkohol. Jadi aku sudah lama sekali aku tidak minum soju. Di Indonesia harganya mahal sekali. Terakhir di Seoul aku minum soju harganya KRW2,200 – jadi sekitar Rp. 20.000 kan. Tapi di Haebaragi harganya Rp. 95.000 -___-

Kalau minum minuman alkohol lain, atau bir, ya Heineken atau Bintang itu murah, Rp. 12.000-Rp 25.000, kadang kalau restoran bagus ya harganya jadi mahal. Tapi di Indonesia, minum alkohol tidak begitu bagus dilihat. Tidak banyak orang minum kecuali di tempat-tempat tertentu. Awal aku datang di Jakarta, atau Surabaya, ada juga yang bicara kalau minum alkohol di night club saja supaya tidak dilihat orang.

Ya, kamu juga tahu aku beberapa kali ke night club sama teman-teman, apalagi kalau menang :D
Tidak sering, beberapa kali saja. Aku juga tidak begitu suka suasana night club...karena tidak ke sana sama kamu. Hihi.

Kalau kamu kan suka minum alkohol ya. Aku ingat waktu kamu pergi ke birthday party, kamu mabuk berat dan tiba-tiba tidur di tangga apate-ku –kamu sendiri tidak ingat kalau jalan ke apate-ku. Kkk.

Aku tidak apa-apa, cuma sedikit khawatir saja kalau sudah begitu.

Kalau kata pemain Indonesia, budaya Korea dan Indonesia berbeda. Disini banyak muslim kan, jadi tidak banyak lihat orang minum atau beli alkohol. Aku pernah beli bir di mini market, banyak orang lihat dan bicara sama temannya, seperti kaget atau tidak suka, gitu.

Itu saja ceritaku hari ini, besok aku latihan pagi sampai sore, malam packing.
Aku Skype setelah packing ya.

Don’t drink too much while I’m not there by your side, would you?

Love,
JH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar